falcom technology

Falcom Technology : Distributor Kabel Fiber Optik Terpercaya

Dalam era digital yang terus berkembang, kebutuhan akan konektivitas yang cepat dan handal menjadi semakin penting. Kabel fiber optik telah menjadi tulang punggung dari infrastruktur komunikasi modern, menawarkan kecepatan tinggi dan stabilitas yang tidak dapat ditandingi oleh teknologi lain. Falcom Technology sebagai distributor kabel FO terkemuka, kami berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan berbagai sektor, dari perusahaan besar hingga pengguna rumahan.

Menyelami Peran Penting Distributor Kabel Fiber Optik

Distributor kabel fiber optik berperan sebagai jembatan antara produsen dan pengguna akhir, memastikan ketersediaan Kabel FO yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi proyek perusahaan telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP). Peran distributor ini sangat penting dalam memastikan bahwa produk-produk fiber optik yang dibutuhkan tersedia di pasaran dan dapat diakses oleh pengguna akhir yang memerlukan infrastruktur jaringan berkecepatan tinggi.

Memilih distributor kabel fiber optik yang tepat merupakan langkah krusial dalam membangun jaringan yang handal dan optimal. Berikut beberapa panduan yang dapat membantu Anda :

  • Reputasi dan pengalaman: Cari tahu reputasi dan pengalaman distributor di industri kabel fiber. Pastikan mereka memiliki rekam jejak yang baik dalam menyediakan produk berkualitas tinggi dan layanan yang memuaskan.
  • Portofolio produk: Pertimbangkan portofolio produk yang ditawarkan distributor. Pastikan mereka menyediakan berbagai jenis kabel fiber optik yang sesuai dengan kebutuhan Anda, termasuk kabel outdoor, indoor, dan aerial.
  • Keahlian dan ketrampilan: Pilih supplier yang memiliki tim ahli yang berpengalaman dan tersertifikasi dalam bidang kabel fiber optik. Mereka harus mampu memberikan konsultasi dan saran yang tepat untuk kebutuhan Anda.
  • Layanan dan dukungan: Pastikan distributor menawarkan layanan dan dukungan yang komprehensif, termasuk konsultasi, instalasi, troubleshooting, pemeliharaan, dan garansi produk.
  • Harga dan penawaran: Bandingkan harga dan penawaran dari beberapa distributor sebelum membuat keputusan. Pertimbangkan tidak hanya harga produk, tetapi juga layanan dan dukungan yang ditawarkan.

 

Tentang Falcom Technology

Falcom Technology adalah perusahaan elektronik yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan distributor peralatan elektronik untuk keperluan telekomunikasi, TV kabel, dan internet. Didirikan pada tahun 2003, Falcom telah menjadi pemain penting dalam industri ini, dengan kantor pusat di Surabaya dan cabang di berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Batam, Samarinda, Makassar, dan Gorontalo. Falcom juga memiliki jaringan agen resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Falcom Technology Indonesia memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan yang menarik bagi pelanggan, antara lain:

  • Produk berkualitas tinggi: Falcom menggunakan bahan dan komponen berkualitas tinggi dalam pembuatan produknya, sehingga produknya tahan lama dan handal.
  • Harga yang kompetitif: Falcom menawarkan produknya dengan harga yang kompetitif, sehingga pelanggan dapat menghemat biaya.
  • Layanan yang lengkap: Falcom menyediakan layanan yang lengkap, mulai dari desain dan instalasi hingga purna jual dan dukungan teknis.
  • Jaringan yang luas: Falcom memiliki jaringan kantor cabang dan agen resmi yang luas di seluruh Indonesia, sehingga pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan produk dan layanan Falcom.
  • Falcom Technology Indonesia: Solusi Lengkap untuk Kebutuhan Telekomunikasi, TV Kabel, dan Internet Anda

Dengan produk dan layanan yang berkualitas tinggi, harga yang kompetitif, dan layanan yang lengkap, Falcom Technology Indonesia adalah pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi, TV kabel, dan internet

Baca Juga : JARINGAN RTRW.NET MENGGUNAKAN MEDIA CONVERTER/HTB

 

Penjelasan dan Fungsi SFP EPON

Jaringan optik pasif (PON), sebagai teknologi utama FTTH, menawarkan akses jaringan point-to-multipoint (P2MP) dengan biaya instalasi dan pemeliharaan yang lebih rendah. Mari kita bahas tentang Penjelasan dan Fungsi SFP EPON sebagai berikut :

Pengertian SFP EPON

Pengertian SFP EPON (Small Form-factor Pluggable – Ethernet Passive Optical Network) adalah modul transceiver yang digunakan untuk menghubungkan perangkat jaringan ke jaringan optik EPON (Ethernet Passive Optical Network). sederhananya SFP EPON sendiri merupakan alat yang menggabungkan dua konsep: komponen hardware (SFP) dan jenis jaringan optik (EPON).

Sementara itu, EPON (Ethernet Passive Optical Network) adalah teknologi jaringan optik yang menggunakan protokol Ethernet untuk menyediakan layanan komunikasi bandwidth tinggi seperti internet, telepon (VoIP), dan TV kabel. Mari kita uraikan masing-masing bagian:

SFP (Small Form-factor Pluggable):

  • Merupakan standar bentuk untuk modul transceiver optik.
  • Ukurannya kecil dan ringkas, sehingga mudah dipasang dan dilepas dari perangkat jaringan.
  • Fungsinya adalah mengubah sinyal listrik menjadi sinyal optik dan sebaliknya.
  • SFP digunakan pada berbagai jenis jaringan termasuk jaringan tembaga dan jaringan optik.

EPON (Ethernet Passive Optical Network):

  • Merupakan teknologi jaringan optik yang menggunakan topologi “point-to-multipoint”.
  • Artinya, satu kabel serat optik dapat digunakan untuk menghubungkan banyak perangkat (ONT) ke perangkat pusat (OLT).
  • EPON menawarkan kecepatan tinggi dan jarak jauh untuk transfer data melalui kabel serat optik

Ada dua tipe utama SFP EPON:

  • SFP EPON TX: Mentransmisikan data dari perangkat jaringan ke OLT.
  • SFP EPON RX: Menerima data dari OLT ke perangkat jaringan.

Jadi, Penjelasan SFP EPON secara khusus adalah:

a. Sebagai Modul transceiver optik yang dirancang untuk digunakan dalam jaringan EPON.
b. SFP EPON dipasang pada perangkat jaringan, seperti switch atau router, dan terhubung ke kabel serat optik melalui konektor khusus.

Dengan kata lain, SFP EPON berperan sebagai jembatan antara perangkat jaringan listrik dengan jaringan optik EPON.

Fungsi SFP EPON

Fungsi SFP EPON (Small Form-factor Pluggable – Ethernet Passive Optical Network) sebagai jembatan antara perangkat jaringan listrik dengan jaringan optik EPON. Mari kita uraikan lebih detail fungsinya:

  1. Konversi Sinyal:

SFP EPON berperan penting dalam mengubah sinyal listrik dari perangkat jaringan menjadi sinyal optik. Sinyal optik ini kemudian dikirim melalui kabel serat optik dalam jaringan EPON.
Sebaliknya, SFP EPON juga berfungsi menerima sinyal optik yang datang dari jaringan EPON dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dapat digunakan oleh perangkat jaringan.

  1. Transmisi Data Jarak Jauh:

Jaringan EPON menggunakan kabel serat optik yang mampu mentransmisikan data dalam jarak yang jauh dibandingkan dengan kabel tembaga biasa. SFP EPON berperan penting dalam memfasilitasi transmisi data jarak jauh ini dengan mengubah sinyal listrik menjadi optik dan sebaliknya.

  1. Penguatan Sinyal Optik:

SFP EPON dapat memiliki fungsi tambahan untuk menguatkan sinyal optik. Hal ini penting untuk memastikan kehandalan transmisi data dalam jaringan EPON, terutama pada jarak yang jauh.

  1. Fungsi Diagnostik:

Beberapa modul SFP EPON dilengkapi dengan fitur diagnostik digital. Fitur ini memungkinkan pemantauan kinerja tautan optik, seperti daya output optik, daya input optik, suhu, dan lainnya. Informasi ini berguna untuk menjaga kesehatan jaringan EPON dan mendeteksi potensi masalah sebelum terjadi gangguan.

Secara ringkas, Fungsi SFP EPON memungkinkan perangkat jaringan listrik terhubung dan bertukar data dengan perangkat lain dalam jaringan optik EPON jarak jauh. Fungsi konversi sinyal dan penguatan sinyal optik menjadi krusial untuk memastikan transfer data yang handal.

Cara Kerja SFP EPON

SFP EPON (Small Form-factor Pluggable – Ethernet Passive Optical Network) bekerja sebagai jembatan antara perangkat jaringan listrik dan jaringan optik EPON. Modul ini memfasilitasi komunikasi data dengan cara mengubah sinyal dan mentransmisikannya melalui kabel serat optik. Berikut rincian cara kerjanya:

  • Konversi Sinyal Listrik menjadi Optik (Upstream):

Data elektronik: Proses dimulai dengan data digital yang berasal dari perangkat yang terhubung ke port SFP EPON, seperti komputer atau switch.
Konversi Listrik ke Optik (TX): Modul SFP EPON memiliki komponen yang disebut transmitter (TX). Komponen ini mengubah data elektronik menjadi sinyal optik. Sinyal optik memiliki panjang gelombang tertentu, biasanya 1490 nm untuk upstream pada EPON.
Penguatan Sinyal (Opsional): Beberapa modul SFP EPON mungkin memiliki fitur untuk menguatkan sinyal optik sebelum dikirim. Penguatan ini penting untuk memastikan kekuatan sinyal tetap optimal dalam jarak jauh melalui kabel serat optik.

  • Transmisi Sinyal Optik melalui Kabel Serat Optik:

Sinyal optik yang dihasilkan oleh SFP EPON dikirim melalui kabel serat optik. Kabel serat optik memiliki keunggulan mentransmisikan data dalam jarak jauh dengan redaman (pelemahan sinyal) yang minimal.

  • Penerimaan dan Konversi Sinyal Optik menjadi Listrik (Downstream):

Penerimaan Sinyal Optik: Modul SFP EPON memiliki komponen yang disebut receiver (RX). Komponen ini menerima sinyal optik yang datang dari jaringan EPON melalui kabel serat optik.
Konversi Optik ke Listrik (RX): Sinyal optik yang diterima kemudian diubah kembali menjadi sinyal elektronik oleh receiver (RX) pada modul SFP EPON.

  • Pengiriman Data ke Perangkat Jaringan:

Sinyal elektronik hasil konversi tersebut kemudian dikirimkan ke perangkat yang terhubung ke port SFP EPON. Dengan demikian, data yang dikirim dari perangkat lain di jaringan EPON dapat diterima. Proses konversi sinyal bolak-balik (listrik ke optik dan sebaliknya) ini terjadi dengan sangat cepat. Kecepatan konversi ini menjadi faktor penting dalam menentukan performa keseluruhan jaringan EPON. Penjelasan Fungsi SFP EPON

Baca Juga : Penjelasan SFP EPON & GPON

Mekanisme Jaringan FTTH

1. Apa itu Jaringan FTTH ?

FTTH, singkatan dari Fiber To The Home, adalah teknologi jaringan akses internet yang menggunakan kabel serat optik untuk menghubungkan langsung dari penyedia layanan internet (ISP) ke rumah pelanggan, bagaimana mekanisme jaringan ftth itu sendiri akan kami ulas sebagai berikut ini :

Jaringan FTTH (Fiber To The Home) menggunakan kabel serat optik untuk mentransmisikan data dari penyedia layanan internet (ISP) ke rumah pelanggan. Berbeda dengan teknologi sebelumnya seperti DSL dan kabel tembaga, FTTH menawarkan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi, stabilitas koneksi yang lebih baik, dan latensi yang lebih rendah.

Jaringan FTTH (Fiber To The Home) bekerja dengan cara mentransmisikan data melalui kabel serat optik dari penyedia layanan internet (ISP) langsung ke rumah pelanggan. Kabel serat optik ini memiliki kemampuan untuk membawa data dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kabel tembaga yang digunakan pada jaringan tradisional.

2. Mekanisme Jaringan FTTH

Mekanisme jaringan FTTH (Fiber To The Home) bisa dijelaskan melalui tahapan transfer data dari penyedia layanan internet (ISP) menuju pelanggan, menggunakan kabel serat optik. Berikut uraiannya:

A. Konversi Sinyal di Pusat Data ISP

Di pusat data ISP, sinyal data yang berupa instruksi digital diubah menjadi sinyal optik.
Perangkat yang bertanggung jawab atas perubahan sinyal ini disebut Optical Line Terminal (OLT).
Sinyal optik memiliki bentuk gelombang cahaya yang dapat melintas pada kabel serat optik dengan kecepatan tinggi dan minim distorsi.

B. Transmisi melalui Jaringan Optik

Sinyal optik yang dihasilkan OLT kemudian dikirim ke rumah pelanggan melalui jaringan serat optik yang dinamakan Optical Distribution Network (ODN). ODN terdiri dari beberapa bagian kabel, yaitu :

  • Feeder: Kabel serat optik utama yang menghubungkan pusat data ISP ke Optical Distribution Node (ODN). Biasanya terpasang bawah tanah.
  • Distribution cable: Kabel serat optik yang menyalurkan sinyal dari ODN ke Optical Distribution Unit (ODU). Kabel ini bisa terpasang di udara atau bawah tanah.
  • Drop cable: Kabel serat optik yang membawa sinyal dari ODU langsung menuju rumah pelanggan.

C. Konversi Sinyal di Rumah Pelanggan

  • Setelah sampai di rumah pelanggan, sinyal optik diubah kembali menjadi sinyal elektronik oleh perangkat bernama Optical Network Unit (ONU).
  • Sinyal elektronik inilah yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh perangkat pengguna seperti komputer, smartphone, dan TV.

3. Jenis Jenis Jaringan FTTH :

Jenis jaringan FTTH yang dipilih akan bergantung pada beberapa faktor, seperti jarak antara pusat data ISP dan rumah pelanggan, kepadatan pelanggan, topografi, dan anggaran.

1. Point-to-Point (P2P) FTTH:

Pada mekanisme P2P FTTH, setiap pelanggan memiliki kabel serat optik khusus yang menghubungkan langsung rumah mereka ke Optical Line Terminal (OLT) di pusat data ISP. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk menikmati kecepatan internet yang sangat tinggi dan dedicated bandwidth. Kecepatan internet yang ditawarkan pada P2P FTTH bisa mencapai beberapa gigabit per detik (Gbps).

2. Passive Optical Network (PON) FTTH:

Pada mekanisme PON FTTH, satu kabel serat optik dibagikan oleh beberapa pelanggan. Sinyal optik dibagi menggunakan perangkat yang disebut splitter. Hal ini membuat jaringan PON FTTH lebih hemat biaya untuk diterapkan, namun kecepatan internet yang dibagikan antara pelanggan tidak secepat jaringan P2P FTTH. Kecepatan internet yang ditawarkan pada PON FTTH umumnya berkisar antara 100 megabit per detik (Mbps) hingga 1 Gbps.

Jenis-jenis PON FTTH:

  • GPON (Gigabit Passive Optical Network): Jenis PON yang paling umum digunakan, menawarkan kecepatan internet up to 1 Gbps.
  • EPON (Ethernet Passive Optical Network): Jenis PON yang menggunakan protokol Ethernet untuk mentransmisikan data, menawarkan kecepatan internet up to 10 Gbps.
  • XGPON (10 Gigabit Passive Optical Network): Jenis PON yang menawarkan kecepatan internet up to 10 Gbps, dengan kemampuan untuk ditingkatkan hingga 40 Gbps di masa depan.

3. Hybrid FTTH:

Pada mekanisme Hybrid FTTH, kombinasi antara P2P FTTH dan PON FTTH digunakan untuk melayani pelanggan di area yang berbeda. P2P FTTH digunakan untuk melayani pelanggan di area dengan kepadatan tinggi yang membutuhkan kecepatan internet yang sangat tinggi, sedangkan PON FTTH digunakan untuk melayani pelanggan di area dengan kepadatan rendah yang tidak membutuhkan kecepatan internet yang tinggi.

4. Active Optical Network (AON) FTTH:

Pada mekanisme AON FTTH, perangkat elektronik aktif seperti amplifier optik dan transceiver optik digunakan untuk memperkuat sinyal optik dan meningkatkan jangkauan jaringan. AON FTTH digunakan untuk melayani pelanggan di area yang jauh dari pusat data ISP atau di area dengan topografi yang sulit.

5. Wireless FTTH:

Pada mekanisme Wireless FTTH, teknologi nirkabel digunakan untuk menghubungkan rumah pelanggan ke jaringan FTTH. Hal ini dapat digunakan untuk melayani pelanggan di area yang sulit dijangkau dengan kabel serat optik.

Faktor yang Mempengaruhi Mekanisme Jaringan FTTH:

  • Jarak antara pusat data ISP dan rumah pelanggan: Jarak yang lebih jauh dapat memengaruhi kecepatan internet dan stabilitas koneksi.
  • Kepadatan pelanggan: Kepadatan pelanggan yang tinggi dapat memengaruhi kecepatan internet pada jaringan PON FTTH.
  • Topografi: Topografi yang sulit dapat meningkatkan biaya pemasangan dan memengaruhi kinerja jaringan.
  • Anggaran: Biaya awal pemasangan jaringan FTTH dapat memengaruhi jenis mekanisme yang digunakan.

4. Kesimpulan

Mekanisme jaringan FTTH yang dipilih akan bergantung pada beberapa faktor, seperti jarak antara pusat data ISP dan rumah pelanggan, kepadatan pelanggan, topografi, dan anggaran. P2P FTTH menawarkan kecepatan internet yang paling tinggi, namun PON FTTH lebih hemat biaya untuk diterapkan. Hybrid FTTH dapat digunakan untuk menggabungkan keuntungan dari P2P FTTH dan PON FTTH. AON FTTH dapat digunakan untuk melayani pelanggan di area yang sulit dijangkau dengan kabel serat optik. Wireless FTTH dapat digunakan untuk melayani pelanggan di area yang sulit dijangkau dengan kabel serat optik.

FTTH

Penjelasan Sederhana Jaringan FTTH

Seringkali kita mendengar tentang jaringan FTTH, Penjelasan Sederhana Jaringan FTTH sebagai berikut ini: FTTH singkatan dari Fiber To The Home (Serat Optik ke Rumah). Ini adalah teknologi jaringan internet yang menggunakan kabel serat optik untuk menghubungkan langsung antara penyedia layanan internet dengan rumah pelanggan. Dengan kata lain, FTTH berbeda dengan internet menggunakan kabel tembaga biasa. FTTH menawarkan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi, diklaim bisa sampai 1.000 kali lipat dibandingkan dengan ADSL. Selain itu, FTTH juga menawarkan keandalan yang lebih baik karena kabel serat optik tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik.

Bagaimana Cara Kerjanya?

FTTH bekerja dengan mengirimkan sinyal cahaya melalui kabel serat optik untuk membawa data dari penyedia layanan internet ke rumah Anda. Mari kita lihat lebih rinci langkah-langkahnya :

  • Infrastruktur Jaringan: Jaringan FTTH menggunakan kabel serat optik sebagai tulang punggung utama. Kabel ini dijalankan dari kantor pusat penyedia internet, melalui hub distribusi serat optik (FDH), kemudian melalui titik akses jaringan (NAP), hingga akhirnya masuk ke lingkungan rumah Anda.
  • Sambungan ke Rumah: Setelah kabel serat optik mencapai lingkungan rumah Anda, biasanya akan terhubung ke kotak terminal yang berfungsi sebagai titik persilangan. Dari kotak terminal inilah serat optik kemudian dihubungkan ke rumah Anda.
  • Konversi Sinyal: Serat optik membawa sinyal cahaya, sedangkan perangkat elektronik di rumah Anda menggunakan sinyal listrik. Oleh karena itu, di dalam rumah Anda terdapat perangkat yang disebut Optical Network Terminal (ONT) yang berfungsi untuk mengubah sinyal cahaya menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik inilah yang kemudian dapat digunakan oleh perangkat Anda, seperti komputer, smartphone, atau smart TV.

Singkatnya, FTTH menawarkan kecepatan dan keandalan yang lebih baik dibandingkan dengan koneksi internet kabel tembaga biasa berkat penggunaan kabel serat optik dan teknologi konversi sinyal. berikut penjelasan jaringan FTTH

Keuntungan FTTH :

  • Kecepatan: FTTH menawarkan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi jaringan tradisional. Anda dapat mengunduh film HD dalam hitungan detik, streaming video tanpa buffering, dan bermain game online dengan lancar.
  • Keandalan: Kabel serat optik tahan terhadap gangguan elektromagnetik dan cuaca buruk, sehingga jaringan FTTH lebih andal dan jarang mengalami gangguan.
  • Kapasitas: FTTH dapat membawa lebih banyak data dibandingkan teknologi jaringan tradisional, sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan lebih banyak perangkat dan layanan secara bersamaan.
  • Masa Depan: FTTH adalah teknologi yang tahan lama dan dapat mendukung layanan internet masa depan, seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Kekurangan FTTH :

  • Biaya: Biaya pemasangan dan berlangganan FTTH biasanya lebih mahal dibandingkan teknologi jaringan tradisional.
  • Ketersediaan: FTTH belum tersedia di semua wilayah. tapi dengan Falcom Technology anda bisa mendapatkan produk kelengkapan jaringan FTTH klik disini

Kesimpulan :

FTTH adalah teknologi jaringan yang menawarkan kecepatan, keandalan, dan kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan teknologi jaringan tradisional. Jika Anda mencari koneksi internet terbaik untuk rumah Anda, FTTH adalah pilihan yang tepat. Artikel tentang Penjelasan Sederhana Jaringan FTTH.

Baca juga : Pengertian Kabel Fiber Optik Drop Core

kabel fiber optik dropcore

Pengertian Kabel Fiber Optik Drop Core

Sebagaimana penjelasan artikel sebelumnya tentang Pengertian Fungsi dan Lapisannya Kabel Fiber Optik, selanjutnya akan kami bahas tentang salah satu jenis kabel fiber optik Drop Core atau Drop Wire.

Pengertian Kabel Dropcore

Kabel drop core, juga dikenal sebagai kabel drop wire, adalah jenis kabel serat optik yang digunakan untuk menghubungkan Optical Distribution Point (ODP) ke rumah pelanggan dalam jaringan Fiber To The Home (FTTH). Kabel ini biasanya memiliki satu inti serat optik dan dirancang untuk dipasang di luar ruangan, meskipun ada juga versi indoor yang tersedia.

Inti dari kabel drop core adalah serat optik, tapi jumlahnya sedikit, biasanya hanya 1 atau 2 core saja. Meskipun begitu, kabel ini dirancang untuk bisa digunakan baik di dalam ruangan maupun luar ruangan. Lapisan pelindungnya dibuat kuat untuk menahan tekanan dan cuaca.

 

Fungsi Kabel Dropcore:

  • Mengirimkan sinyal optik dari ODP ke rumah pelanggan.
  • Menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi dan stabil.
  • Mendukung layanan lain seperti TV kabel dan telepon.

 

Karakteristik Kabel Drop core :

  • Satu inti serat optik: Kabel dropcore umumnya memiliki satu inti serat optik, yang berarti hanya dapat membawa satu sinyal optik.
  • Tahan air dan cuaca: Kabel dropcore dirancang untuk tahan air dan cuaca, sehingga dapat digunakan di luar ruangan tanpa mengalami kerusakan.
  • Ringan dan mudah dipasang: Kabel dropcore ringan dan mudah dipasang, sehingga proses pemasangannya relatif cepat dan mudah.
  • Relatif murah: Kabel dropcore adalah jenis kabel serat optik yang relatif murah, sehingga menjadikannya pilihan yang ekonomis untuk proyek FTTH.

 

Jenis Kabel Drop core :

  • Outdoor dropcore: Dibuat untuk penggunaan luar ruangan, tahan terhadap air dan cuaca.
  • Indoor dropcore: Dibuat untuk penggunaan di dalam ruangan, tidak tahan terhadap air dan cuaca.
  • Aerial dropcore: Dirancang untuk dipasang di udara, biasanya menggunakan tiang listrik atau tiang telepon.
  • Buried dropcore: Dirancang untuk dikubur di bawah tanah.

 

Kelebihan Kabel Dropcore :

  • Kecepatan transmisi data tinggi
  • Ketahanan terhadap gangguan elektromagnetik
  • Jarak transmisi yang panjang
  • Umur panjang
  • Perawatan yang rendah

 

Kekurangan Kabel Dropcore :

  • Biaya pemasangan awal yang lebih tinggi dibandingkan kabel tembaga
  • Kerentanan terhadap kerusakan fisik
  • Keterampilan khusus yang dibutuhkan untuk pemasangan
  • Secara keseluruhan, kabel dropcore adalah pilihan yang tepat untuk proyek FTTH yang membutuhkan koneksi internet berkecepatan tinggi dan stabil dengan biaya yang terjangkau. Kabel ini tahan lama, mudah dipasang, dan menawarkan banyak keuntungan dibandingkan kabel tembaga tradisional.

 

Beli Kabel Drop Core Klik Disini

 

kabel fiber optik

Pengertian Kabel Fiber Optik, fungsi dan lapisannya

Mari kita bahas Pengertian Kabel Fiber Optik berdasarkan Fungsi dan Lapisannya. Kabel serat optik atau lebih familier dikenal dengan kabel fiber optik adalah salah satu jenis media transmisi yang mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi. Terbuat dari bahan serat kaca, sinyal yang ditransmisikan melalui media ini berupa cahaya yang dihasilkan oleh LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) atau LED (Light-Emitting Diode).

Nilai redaman atau atenuasi yang sangat kecil (≺ 1 dB/km) serta jangkauan bandwidth yang lebar (≻ 1 Gbps) membuat kabel fiber optik mampu mentransmisikan data dengan lebih banyak dan lebih cepat dibanding dengan kabel tembaga.

Fungsi Kabel Fiber Optik

Fungsi utama kabel fiber optik adalah sebagai media penghantar untuk transmisi data dan informasi dalam bentuk cahaya. Dibandingkan dengan kabel tembaga biasa, kabel fiber optik menawarkan beberapa kelebihan seperti:

  • Kecepatan tinggi : Data bisa dikirimkan jauh lebih cepat melalui cahaya dibanding aliran listrik pada kabel tembaga.
  • Jarak jauh : Sinyal cahaya pada kabel fiber optik dapat menempuh jarak yang lebih jauh tanpa mengalami penurunan kualitas yang berarti.
  • Tahan gangguan : Kabel fiber optik tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik (EMI) yang bisa mengganggu transfer data.

Bagian-Bagian Kabel Fiber Optik

Pada dasarnya setiap helai kabel fiber optik terdiri dari tiga lapisan dengan fungsinya masing-masing, yaitu:

Core (Inti):

  • Bagian inti merupakan pusat dari kabel fiber optik, terbuat dari kaca atau plastik dengan diameter yang sangat kecil, umumnya sekitar 2 hingga 50 mikrometer.
  • Inti ini berperan sebagai jalur utama untuk merambatnya cahaya yang membawa informasi.

Cladding (Selubung):

  • Cladding adalah lapisan kedua yang menyelimuti core. Terbuat dari bahan kaca atau plastik dengan indeks bias lebih rendah dari core.
  • Fungsi cladding adalah untuk memantulkan cahaya yang masuk ke dalam core, sehingga cahaya tersebut tetap terarah di jalurnya dan tidak keluar.

Coating (Pelindung):

  • Lapisan coating juga sering disebut buffer. Biasanya terbuat dari bahan plastik yang lentur dan berfungsi sebagai pelindung core dan cladding dari goresan, tekanan, dan perubahan suhu.

Strength Member (Pelindung Kekuatan):

  • Tidak semua kabel fiber optik memiliki lapisan ini. Strength member biasanya berupa benang kevlar atau bahan kuat lainnya yang berfungsi untuk menambah ketahanan kabel terhadap tarikan, tekanan, dan benturan.

Outer Jacket (Lapisan Terluar):

  • Lapisan terluar terbuat dari bahan plastik yang kuat dan berfungsi sebagai pelindung keseluruhan kabel fiber optik dari faktor lingkungan seperti air, sinar matahari, dan bahan kimia.

Kesimpulan

Pengertian Kabel fiber optik adalah teknologi yang revolusioner yang menawarkan banyak keuntungan dibandingkan dengan kabel tembaga. Kabel fiber optik digunakan dalam berbagai aplikasi dan akan terus memainkan peran penting dalam infrastruktur komunikasi global.

Baca Juga : Pengertian Kabel Drop Core

Memahami Protokol OMCI

Memahami Protocol OMCI ( ONU Manajemen Control )

Penjelasan, Fungsi dan Cara Kerja OMCI

Memahami Protokol OMCI atau ONU Management Control Interface (OMCI), pada dasarnya adalah protokol manajemen penghentian master-slave, di mana OLT adalah perangkat master dan ONT adalah perangkat slave. Dalam artikel berikut ini akan menjelaskan tentang bagaimana Pengertian, Fungsi dan Cara Kerja Protokol OMCI.

Proses dasarnya adalah OLT mengirimkan pesan manajemen dan menunggu respons ONT. Setelah menerima respon atau batas waktu, ia terus mengeluarkan pesan berikutnya. OMCI memungkinkan penyedia layanan untuk membuat berbagai aplikasi dan layanan memanfaatkan PON (Pasiv Optic Network), termasuk suara, video dan data, serta fitur fleksibilitas tinggi.

Protokol OMCI berada pada tingkat kontrol tingkat tinggi sistem GPON, dan mengacu pada konfigurasi layanan tingkat tinggi dan manajemen kinerja. Protokol ITU-TG.984.4 mendefinisikan cakupan aplikasi dan mode aplikasi protokol OMCI dalam sistem GPON. Dalam mode GEM, setiap pesan OMCI dienkapsulasi dalam bingkai GEM. Pesan OMCI terdiri dari 53 byte. Isi pesannya adalah: kunci GEM, pengidentifikasi terkait transaksi, jenis pesan, pengidentifikasi perangkat, pengidentifikasi pesan, konten pesan, dan bidang cuplikan CRC.

OMCI adalah protokol asinkron yang membantu mengidentifikasi OLT sebagai pengontrol Master dan pengontrol ONT dan Salve. Protokol OMCI berjalan melalui koneksi GEM yang dibuat selama inisialisasi ONT antara pengontrol ONT dan pengontrol OLT. Mekanisme transportasi yang sama digunakan oleh payload.

Cara Kerja Protokol OMCI

OMCI (ONU Management and Control Interface) adalah protokol manajemen standar yang digunakan untuk mengelola perangkat Optical Network Unit (ONU) dalam jaringan Passive Optical Network (PON). Protokol ini memungkinkan operator jaringan untuk melakukan berbagai tugas, seperti:

  • Provisioning: Mengkonfigurasi ONU dengan pengaturan yang diperlukan untuk menyediakan layanan, seperti VLAN, QoS, dan keamanan.
  • Monitoring: Memantau kinerja ONU, seperti status alarm, tingkat sinyal, dan penggunaan bandwidth.
  • Troubleshooting: Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah dengan ONU.
  • Software management: Memperbarui perangkat lunak ONU.

Pada dasarnya adalah sebuah mekanisme yang digunakan oleh OLT untuk mengonfigurasi, mengelola & Memantau ONU Dengan kata lain, OLT mengontrol ONT menggunakan OMCI. ONT dikelola oleh OLT dengan bantuan OMCI.

Fungsi Protokol OMCI

Memahami Protokol OMCI secara Fungsi sebagai untuk informasi antara OLT dan ONT yang ditentukan dalam standar GPON. OMCI  digunakan untuk pengelolaan ONT oleh OLT di jaringan GPON diantaranya:

  • Manajemen konfigurasi:
    Data dikumpulkan menggunakan fitur manajemen konfigurasi dan sebagai tambahan, dukungan untuk mengidentifikasi/mengontrol dan mengirim data ke ONT.
  • Manajemen kesalahan:
    karena OH (Overheat) yang lebih sedikit, fitur manajemen kesalahan OMCI dapat mendukung kesalahan terbatas dan mengelolanya sesuai dengan itu, seperti indikasi kegagalan dalam jaringan langsung. Beroperasi seperti DCN seperti halnya jaringan transportasi optik.
  • Manajemen kinerja:
    Admin dapat Mengumpulkan dan meminta data kinerja seperti data layanan historis & lalu lintas data.
  • Manajemen keamanan.
    data dienkripsi di hilir dan admin bahkan dapat mengaktifkan/menonaktifkan mode enkripsi ini.

Kesimpulan

Singkatnya, memahami protokol OMCI adalah hal yang vital untuk memastikan jaringan fiber optik berjalan dengan lancar dan optimal. Dengan OMCI, operator jaringan bisa mengelola dan mengontrol ONU sehingga pelanggan bisa menikmati layanan internet, TV, dan telepon dengan stabil dan berkualitas tinggi. kini kita telah memahami protokol OMCI berdasarkan uraian sederhana.

Baca Juga : Apa Perbedaan Antara ONT dan ONU

Perbedaan EPON dan GPON pada perangkat OLT

Perbedaan Antara Perangkat EPON dan GPON

Salah satu hal yang membuat internet semakin cepat adalah karena teknologi serat optik yang digunakan. Ada dua teknologi serat optik yang paling populer, yaitu GPON dan EPON. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, namun ada perbedaan EPON dan GPON yang bisa menentukan kualitas koneksi internet yang kita miliki.

 

Pengertian GPON dan EPON

GPON (Gigabit Passive Optical Networking) dan EPON (Ethernet Passive Optical Networking) adalah variasi dari teknologi PON (Passive Optical Networking) , atau jaringan Fiber to the Home (FTTH) yang digunakan oleh Penyedia Layanan Internet (ISP).


Dengan PON sebagai teknologi akses untuk jaringan fiber, GPON dan EPON pada dasarnya serupa dalam fungsi yang mereka tawarkan kepada Operator Internet namun masing-masing memiliki perbedaan dalam fitur dan layanan yang berperan dalam pilihan penerapan yang dibuat oleh masing-masing Operator Internet.

 

Selama bertahun-tahun, banyak standar PON yang dirancang. PON terkadang disebut ‘last mile’ antara penyedia dan pengguna. Infrastruktur kabel yang berkurang menjadikannya ideal untuk internet rumah.
Inovasi integral dalam operasi PON adalah  WDM (Wave Division Multiplexing), yang terutama digunakan untuk memisahkan aliran data tergantung pada warna (panjang gelombang) sinar laser.

GPON

ITU-T mengembangkan gigabit passive optical network (GPON)  , dan menggunakan protokol berbasis IP. Ia menggunakan multiplexing pembagian panjang gelombang optik (WDM); karenanya satu fiber dapat digunakan untuk data upstream dan downstream. Ini adalah jenis jaringan akses titik ke multipoint yang merupakan standar PON de facto yang populer digunakan saat ini.

Fitur utama G-PON adalah menggunakan splitter pasif dalam jaringan fiber untuk melayani banyak rumah dan usaha kecil dari kantor utama penyedia. Ia juga terkenal karena fleksibilitasnya yang luar biasa untuk berbagai jenis lalu lintas. Metode enkapsulasi GPON dapat mengemas tipe data Ethernet, VoIP, IP, dan banyak lagi.

Panjang gelombang hulu dikonfigurasi pada 1310nm dan panjang gelombang hilir pada 1490nm. Kecepatan downstream berada pada 2,5Gbps dan 1,25 Gbps untuk upstream.

EPON

E-PON adalah standar PON sebelumnya yang dikembangkan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Tipe PON sepenuhnya kompatibel dengan standar Ethernet lainnya; dengan demikian, tidak diperlukan konversi atau enkapsulasi saat menyambung ke jaringan berbasis Ethernet di kedua ujungnya. Ia menggunakan WDM dengan frekuensi optik yang mirip dengan TDMA dan GPON.

Jaringan lainnya terkadang disebut Gigabit Ethernet PON atau GEPON. E-PON konvensional mampu mendukung kecepatan downstream dan upstream hingga 1,25 Gbps. Lebih mirip G-PON, E-PON memiliki jangkauan antara dua puluh dan empat puluh kilometer (12-24 mil) tergantung pada rasio perpecahan.

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan GPON dan EPON

Dalam memilih teknologi yang tepat untuk jaringan, perlu juga dibandingkan kelebihan dan kekurangan EPON dengan GPON. Berikut adalah perbandingan sebagai perbedaan EPON dan GPON :

Kelebihan GPON Kelebihan EPON
Mempunyai jangakuan sinyal jauh  Biaya lebih murah
Bandwith downstream Skalabilitas tinggi 
Dapat menggunakan lebih banyak ONT pada satu OLT kemudahan instalasi
Kekuranagan GPON Kekurangan EPON
Biaya lebih mahal  Jarak Sinyal Lebih Pendek  
Rangkaian yang rumit dan sulit diinstalasi Bandwith downstream lebih kecil 
Tergantung pada vendor tertentu  Single point of failure pada OLT

Rasio Pemisah

Split rasio berarti berapa banyak ONU (USER) yang dibawa oleh satu port OLT.
Rasio pemisahan EPON: 1:32
Rasio pemisahan GPON: 1:32, 1:64, 1: 128
Memang, sistem EPON juga dapat mencapai rasio pemisahan yang lebih tinggi secara teknis, seperti 1:64, 1: 128. Protokol kontrol EPON dapat mendukung lebih banyak ONU.
Split ratio terutama dibatasi oleh spesifikasi kinerja modul optik. Rasio pemisahan yang besar akan menyebabkan biaya modul optik yang jauh lebih tinggi. 
Selain itu, kerugian penyisipan PON adalah 15dB ~ 18dB. Rasio aplit yang besar akan mengurangi jarak transmisi.

Transmisi Maks

Ketika rasio split 1:16, sistem GPON dapat mendukung jarak transmisi maks 20km; ketika rasio split adalah 1:32, GPON dapat mendukung jarak transmisi maks 10km. EPON sama dengan GPON.

Kesimpulan:

Perbedaan EPON dan GPON Pada dasarnya, PON adalah sistem yang membawa kabel dan sinyal serat optik sampai ke pengguna akhir. Tergantung pada teknologi dan konfigurasi spesifiknya, terdapat berbagai jenis PON, termasuk GPON (Gigabit Passive Optical Network), EPON (Ethernet Passive Optical Network), dan 10G-PON yang lebih canggih. Masing-masing memiliki karakteristik, kecepatan, dan aplikasi yang unik. Misalnya, kecepatan GPON dapat mencapai hingga 2,5Gbps di hilir, menjadikannya pilihan populer bagi banyak penyedia telekomunikasi.

Baik EPON dan GPON memiliki kelebihannya sendiri. GPON lebih baik daripada EPON pada indikator kinerja. Namun, EPON memiliki kelebihan dalam hal waktu dan biaya. GPON mengejar ketinggalan. Untuk pelanggan yang memiliki permintaan tinggi pada bandwidth, multi-layanan, QoS dan keamanan, dan membutuhkan teknologi ATM sebagai tulang punggung, GPON akan menjadi pilihan terbaik. Untuk pelanggan dengan permintaan biaya, QoS, dan keamanan yang rendah, EPON lebih baik bagi mereka.

 

Singkatnya:

  • Pilih GPON jika: Anda membutuhkan kecepatan internet yang lebih tinggi, fleksibilitas untuk layanan suara dan video, serta kapasitas pengguna yang besar.
  • Pilih EPON jika: Anda memprioritaskan biaya dan kemudahan implementasi, serta kebutuhan bandwidth tidak terlalu tinggi.
Perbedaan Internet Dedicated atau Internet Broadband

Perbedaan Internet Dedicated atau Internet Broadband

Dalam dunia Digital terdapat dua istilah yang sering kali kita dengar, yaitu istilah internet Dedicated dan Internet Broadband (Up To). kedua istilah ini seringkali digunakan oleh para penyedia layanan internet jaringan untuk mangklasifikasi jenis layanannya karena kedua jenis internet  ini memiliki perbedaan, terutama dari segi peruntukan dan kecepatannya. Lalu manakan dari kedua layanan internet ini yang sebaiknya ita pilih, sebelum memutuskannya

Simak dulu penjelasan dibawah ini mengenai kedua perbedaan layanan internet jaringan tersebut.

Apa itu Internet Broadband?

Broadband internet merupakan koneksi internet domestik yang biasa disambungkan pada berbagai perangkat seperti smartphone, tablet, atau laptop. Untuk kecepatan atau bandwidth akan dibagi-bagi berdasarkan jumlah pengguna atau perangkat yang tersambung.

Itu sebabnya kecepatan internet broadband akan berkurang jika terlalu banyak pengguna. Apalagi bila aktivitas digitalnya tergolong berat. Sebaliknya, performa kecepatan akan meningkat jika penggunanya lebih sedikit atau aktivitas digitalnya tergolong ringan.
Pemasangan internet broadband sendiri lebih dianjurkan untuk penggunaan domestik seperti di rumah, kos-kosan, atau usaha skala kecil dengan pengguna internet yang terbatas.

Apa itu Internet Dedicated?

Jenis internet ini umum digunakan di dunia bisnis berskala besar, seperti perkantoran dan co-working space. Internet dedicated memiliki bandwidth yang lebih besar guna menjamin performa koneksi tetap stabil ketika digunakan oleh banyak orang.

Dengan kata lain, pengguna internet dedicated tidak perlu mengkhawatirkan kecepatan internet akan melambat meski aktivitas digital berat dengan lalu lintas yang padat. Itu sebabnya jenis internet ini lebih dianjurkan untuk pelaku bisnis, area perkantoran, atau co-working space berskala besar yang bergantung pada stabilitas jaringan internet.

Perbedaan Internet Broadband dan Internet Dedicated

Secara umum perbedaan kedua jenis layanan internet ini sudah dijelaskan di atas, namun untuk penjelasan lebih spesifiknya tentang apa perbedaan Internet Broadband dan Internet Dedicated sebagai berikut.

  • Kecepatan Unduh dan Unggah

Internet dedicated memiliki bandwidth yang didedikasikan penuh untuk pengguna sehingga kecepatan download dan upload akan konsisten dengan rasio perbandingan bandwidth 1:1.
Alhasil, jenis internet ini lebih banyak diandalkan oleh para pengusaha dan pekerja supaya operasi bisnis tidak terhambat jaringan.

Berbeda dengan internet broadband dengan bandwidth yang dibatasi berdasarkan jumlah penggunanya. Sehingga kecepatan unduh dan unggah pun kurang stabil jika lalu lintas pemakaian terlalu tinggi.

  • Jaminan Service Level Agreement (SLA)

Pengguna internet dedicated akan mendapatkan jaminan Service Level Agreement (SLA). Jaminan tersebut bermanfaat ketika down atau gangguan koneksi yang menghambat operasional bisnis.
Masalah tersebut mampu diatasi dengan cepat dan
sistem SLA juga akan memberikan kompensasi jika tidak sesuai dengan ketentuan layanan yang di sertakan.

  • Biaya Langganan

Dari segi biaya berlangganan, internet broadband lebih terjangkau dari internet dedicated.
Tentunya ini sesuai dengan jumlah bandwidth, layanan, serta peruntukannya.
Dibanding internet dedicated.
Internet broadband merupakan opsi paling tepat dan hemat untuk internet rumahan atau pelaku bisnis kecil.
Akan tetapi, untuk perusahaan besar yang sistem operasionalnya menggunakan internet maka disarankan menggunakan internet dedicated.

SFP GPON & EPON

Apa itu SFP GPON & EPON

Pengertian Modul Small Form-Factor Pluggable (SFP)

Modul SFP (Small Form-factor Pluggable) merupakan perangkat yang mampu mengubah sinyal elektrik menjadi sinyal optik. Perangkat ini disebut juga “mini-GBIC”, sebab ukurannya yang lebih kecil serta bisa menggantikan transceiver GBIC. Modul SFP digunakan di berbagai jaringan koneksi serat optik, seperti sakelar, PON, SONET, router, switch, dan lain sebagainya. Selain perawatannya yang cukup mudah, Modul SFP banyak dicari oleh pengguna karena sangat fleksibel.

Fungsi Modul SFP
Seperti yang disebutkan di paragraf sebelumnya, fungsi utama Modul SFP adalah sebagai media antar server. Dengan kata lain, perangkat ini dapat menghubungkan router server yang jaraknya cukup jauh untuk mengirimkan transmisi paket data melalui gelombang cahaya. Implementasi dari Modul SFP pun dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan.

SFP di OLT EPON dan GPON

Sebenarnya pengaplikasian SFP pada OLT menyesuaikan spesifikasi OLT dan SFPnya

Namun beberapa OLT support untuk berbagai macam jenis dan type SFP

Dibawah ini pengaplikasian jenis dan type SFP pada umumnya di kedua OLT.

SFP OLT EPON

SFP yang biasa digunakan untuk OLT Epon, menggunakan seri PX20 +, PX20 ++, PX20 +++, PX20 ++++ )

  • SFP dengan Transceiver SC/UPC
  • DFB Tx 1490 nm
  • APD Rx 1310 nm
  • Kepatuhan diagnostik SFF-8472 Digital
  • Transmisi mode berkelanjutan 1250 Mbps
  • Penerima Data mode Burst 1250 Mbps
  • Menyediakan fungsi RSSI yang cepat
  • Suhu casing operasi: 0 ~ 70 °C
  • Memenuhi RoHS Direction (2002/95/EC)
  • Bekerja dengan merek lain EPON OLTs, seperti HUAWEI,ZTE,FIBER HOME, dan merek lain dll
…. SFP EPON OLT PX20 ….

SFP OLT GPON

GPON SFP adalah salah satu jenis transceiver optik gigabit yang digunakan dalam sistem GPON, yang sesuai dengan standar ITU-T G.984.2. Ini adalah modul dua arah yang memiliki wadah SC dan bekerja melalui kabel serat optik mode tunggal simpleks. Modul GPON SFP mentransmisikan dan menerima sinyal dengan panjang gelombang berbeda antara OLT di sisi Kantor Pusat dan ONT di sisi pengguna akhir. SFP ini memanfaatkan data hulu dan data hilir melalui Optical Wavelength Division Multiplexing (WDM).

Type SFP GPON

Transceiver GPON SFP dikategorikan menjadi GPON OLT SFP dan GPON ONT SFP atau GPON ONU SFP tergantung pada perangkat yang digunakan. Dan ada Kelas B+ GPON SFP dan Kelas C+ GPON SFP. Perbedaan utama di antara keduanya adalah daya pancar dan sensitivitas penerimaan.  Tabel di bawah mencantumkan daya Tx dan sensitivitas Rx SFP Kelas B+ GPON dan SFP Kelas C+ GPON.

SFP GPON dan EPON

Topologi

Dengan menggunakan SFP OLT GPON Kelas B+ atau Kelas C+, perangkat ini dapat mendukung hingga 32 atau 64 ONT di lokasi pelanggan masing-masing. Dan SFP C+ OLT dapat digunakan dengan SFP B+ ONT selama anggaran kerugian tautannya sesuai.

SFP GPON dan EPON

Transceiver GPON OLT dan ONT/ ONU SFP mendukung jarak transmisi hingga 20 km dengan panjang gelombang 1490nm/1310nm dan 1310nm/1490nm.

 Kesimpulan

  • -SFP fungsinya untuk distribusi BW sesuai kapasitas yang tertera.
  • -SFB bisa juga menambah jumlah kapasitas lasernya sesuai spesifikasinya
  • -untuk OLT Epon disarankan menggunakan SFP yang standar saja karna jika terlalu tinggi, maka akan cepat panas dan mudah hank.
  • -kapasitas optimal epon maksimal 64 client.
  • -bertambahnya laser pada output SFP maka akan bertambah juga jarak jangkauannya ataupun clientnya.
  • -SFP dibedakan menjadi 2 jenis yaitu SFP =( 1GB ) dan SFP+ = ( 10GB )
  • -penggunaan SFP disesuaikan dengan prangkatnya, kalo trancivernya terlalu besar namun dengan jarak yg pendek maka efeknya cepat panas/overheat bahkan bisa hank
  • -SFP mengubah sinyal listrik serial menjadi sinyal optik serial dan sebaliknya