Memahami Kecepatan Internet Mbps

Walaupun sekilas terlihat mirip, Mbps dan MBps memiliki perbedaan yang mendasar, yaitu pada satuan yang digunakan untuk mengukur data:

Mbps (Megabit per second): Mengukur kecepatan transfer data, menunjukkan berapa banyak bit yang dapat ditransfer dalam satu detik. Satuan ini biasa digunakan untuk mengukur kecepatan internet, seperti kecepatan download dan upload.

MBps (Megabyte per second): Mengukur kecepatan transfer file, menunjukkan berapa banyak byte yang dapat ditransfer dalam satu detik. Satuan ini biasa digunakan untuk mengukur kecepatan download dan upload file.

Perbedaan utama:

  • Satuan: Mbps menggunakan bit (b kecil), sedangkan MBps menggunakan byte (B besar).
  • Penggunaan: Mbps digunakan untuk mengukur kecepatan transfer data, sedangkan MBps digunakan untuk mengukur kecepatan transfer file.
  • Konversi: 1 Byte terdiri dari 8 bit. Oleh karena itu, 1 MBps = 8 Mbps.

Mbps (Megabit per second )

Singkatan dari Megabit per second, atau dalam bahasa Indonesia disebut Megabit per detik. Kalo dibandingin, Mbps lebih kecil daripada MBps. Walaupun dalam penulisannya menggunakan huruf yang sama, namun ada perbedaan dalam penulisan huruf “B”. Yang mana pada Mbps, huruf “B” ditulis dengan huruf kecil bukan kapital.

Dilihat dari kepanjangannya, satuan Mbps berarti mengukur kecepatan internet dengan satuan bit pada setiap detik. Lazimnya satuan Mbps ini digunakan oleh ISP.

Makanya kalo kita speedtest, yang muncul adalah kecepatan dengan satuan Mbps. Hal ini mungkin bisa bikin bingung, karena terkadang angka yang ada di speedtest beda sama aplikasi download seperti IDM dll.

MBps ( Megabit per second )

Beda sama Mbps yang pake satuan bit per detik, MBps pake satuan byte yaitu Megabyte second. Cara bedain paling gampang ya itu

Berikut ini adalah penjabaran satuannya :

MBps = Mega Byte per second
Mbps = Mega bit per second.
KBps = Kilo Byte per second.
Kbps = Kilo bit per second.
B = byte.
b = bit
1 byte = 8 bit.

Terus apa lagi yang bedakan antara Mbps dengan MBps?

Ada banyak bedanya, mulai dari penggunaan pada perangkat sampe ukuran. Satuan MBps biasanya dipake di perangkat kaya smartphone, modem, komputer, laptop, konsol game dan perangkat lainnya. Jadi, kecepatan yang akan diterima oleh perangkat akan beda dengan ISP.

Nah karena ada perbedaan satuan antara ISP sama perangkat inilah yang harus di konversi dulu kalo mau tau speed aslinya. Jadi  gak perlu bingung kalo kecepatan internet di perangkat beda sama kecepatan jaringan. Selain itu kecepatan jaringan juga gak bisa diprediksi karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan internet.

Berikut penjelasan lebih detail beda antara Mbps dengan MBps

 ada 2 tipikal satuan dalam penyebutan untuk data digital antara bit sama byte. Kebetulan aja mereka punya huruf depan yang sama. Serupa tapi tidak sama, antara Mbps dan MBps punya bentuk, sifat dan makna yang beda. Byte adalah satuan terkecil dari besaran suatu data digital (perangkat) yang punya ukuran tertentu. Misal data file .mp3 punya ukuran 4.000.000 Byte = 4.000 KB (Kilo Byte) = 4 MB (Mega Byte)

Sedangkan untuk bit adalah satuan terkecil data digital dalam bentuk besaran data. Gampangnya, bit adalah partikel pembentuk data. Data tersebut dikirim dalam bentuk partikel bit. Oleh karena itu bit dipakai untuk transfer data, sehingga satuan bit lebih tepat sebagai satuan kecepatan transfer data. Dan, kebetulan untuk membentuk data 1 byte dibutuhkan proses transfer data sebanyak 8 bit.

Dengan begitu, kalau dihubungkan dengan satuan waktu, maka data dihitung berdasarkan ukuran bit (b kecil). Dan kalau dihitung berdasarkan ukuran file, maka di hitung berdasarkan satuan byte.

Kecepatan internet yang kita pakai baik itu internet rumah atau internet selular biasanya ditulis dalam kecepatan Megabit per second = Mbps (b kecil) sedangkan aplikasi yang kita pake untuk download seperti IDM, Steam dan Torrent biasanya kecepatannya tertulis dalam Mega Byte per second MBps = (B besar). Sampai disini sudah paham bedanya kan? Ya bener yang satu Mbps (b kecil) dan MBps (B besar) sama sama disingkat jadi Mbps (Megabit) dan MBps (Mega Byte). Coba pastikan deh di aplikasi download tadi pasti B nya besar.

Terus gimana caranya konversi dari bit ke Byte? Caranya mudah sekali, misalnya kita mau mengkonversikan,  tinggal bagi 8 saja.

Contoh:

Misalnya kita berlangganan internet 50 Mbps, kalo kita pakai download berapa  kecepatan yang muncul di aplikasi download?

50 Mbps = 50000 Kbps, ini sama artinya dengan 50000/8 = 6250 KBps atau 6.25 MBps

6.25 MBps Inilah angka yang akan muncul di aplikasi download kita.

Jadi, saat kita download sebuah file, kecepatan per detik dari file yang kita download maksimalnya adalah 6.25 MB per detik, bukan 50 MB per detik.

Sudah terjawab kan kenapa kalau kita langganan yang 50 Mbps tapi waktu download hasilnya  cuma 6.25 MBps setelah diteliti lagi salah satu faktornya adalah satuan yang beda.

HFC, FBN DAN TV DIGITAL

Pengertian

HFC (Hybrid Fiber Coax)

HFC (Hybrid Fiber Coax) adalah teknologi jaringan yang menggabungkan kabel serat optik dan kabel koaksial untuk mentransmisikan sinyal televisi dan data. Teknologi ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan kabel koaksial dalam mendukung bandwidth yang tinggi, terutama untuk layanan internet broadband.

Kelebihan HFC:

  • Kapasitas bandwidth yang lebih tinggi: Kabel serat optik mampu mentransmisikan data dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kabel koaksial, sehingga HFC dapat memberikan layanan internet broadband dengan kecepatan yang lebih tinggi.
  • Keandalan yang lebih tinggi: Kabel serat optik lebih tahan terhadap gangguan elektromagnetik dan interferensi dibandingkan kabel koaksial, sehingga HFC dapat memberikan layanan yang lebih andal.
  • Jangkauan yang luas: Kabel koaksial sudah tersedia di banyak area, sehingga HFC dapat dengan mudah diimplementasikan di area tersebut.

Kekurangan HFC:

  • Biaya yang lebih tinggi: Biaya untuk membangun dan memelihara jaringan HFC lebih tinggi dibandingkan jaringan kabel koaksial tradisional.
  • Kompleksitas yang lebih tinggi: Jaringan HFC lebih kompleks untuk dirancang dan dioperasikan dibandingkan jaringan kabel koaksial tradisional.

Untuk Data internet  standarnya sekarang sudah DOCSIS3 yang mampu mendeliveri data speed ratusan Mbps. Bahkan sekarang sedang di kembangkan DOCSIS4 dan DOCSIS4.1 yang mampu mendeliver sampai 1Gbps .Sedangkan untuk TV kabelnya menggunakan QAM TV (DVB-C standard / DVB-T COMDF) yang mampu membawa ratusan channel TV HD maupun SD.

Selain DOCSIS, ditemukan juga beberapa implementasi Distribusi data menggunakann FBN ( Fiber Broadband Network). Standard Protocl FBN adalah HomePlugAV/HomePlugAV2 yang bekerja di frekuensi 7.5 – 65 MHz. Ada lagi teknologi FBN-H dimana frekuensi kerja 750 – 1500 MHz

Typical jaringan FBN seperti digambar berikut:

Modul FBN-L Master memiliki 300 Mbps throughput sehingga jika menggunakan EPON OLT dalam 1 port bisa mengaktifkan 4 FBN master ( 1,2 Gbps ).

Selain FBN-L  dengan standard HomePlug AV terdapat standar lain yaitu Modul FBN-H Master memiliki  1.5 Gbps throughput karena menggunakan channel bonding dari 750 – 1500 Mhz.

Dengan demikian ada 2 jenis Broadband Modem yang di gunakan yaitu ES 27 L untuk FBN-L dan ES 2 H untuk FBN-H.

Kabel fiber optik, rekomendasi terbaik.

Perbedaan Layanan Internet WIFI dan Media Kabel

WIFI layanan internet dalam bentuk WLAN ( wireless local area network ) dan MWAN ( Metro Wireless Area Network ) adalah teknologi distribusi internet melalui udara dengan memanfaatkan spektrum frequency 2.4 Ghz atau  5 Ghz.

Kelebihan system WIFI diantaranya akses ke sinyal internet lebih mudah dan praktis, tanpa menggunakan kabel sehingga proses distribusi layanan lebih cepat dengan biaya lebih murah.

Keterbatasan system wifi pada jangkauan yang terbatas utamanya di daerah terdapat  banyak halangan obyek ( dinding, gedung, dll ). Dalam kondisi ini diperlukan pemasangan alat transmitter ( TX ) dan antenna penerima / receiver ( RX ) diposisi yang lebih tinggi dan power antenna yang lebih besar serta penambahan beberapa alat yang  berfungsi sebagai ekstender / repeater.

Internet melalui kabel ( kabel fiberoptik , kabel coaxial , kabel lan ) adalah  layanan internet didistribusikan melalui kabel yang secara fisik terhubung dari titik poin distribusi  awal  ( hub )  hingga titik pelanggan yang menggunakan CPE.

Jangkauan jarak distribusi melaui kabel tidak terbatas dan kualitas koneksi signal tetap stabil tanpa ada interferensi karena signal melalui media kabel yang tertutup tanpa ada interferensi.

Kekurangan system distribusi melalui kabel utamanya pada proses konstruksi ( pemasangan ) lebih lama dan biaya kosntruksi dan perawatan jaringan lebih mahal.

Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara layanan internet WiFi dan kabel:

Media Transmisi:

  • WiFi: Menggunakan gelombang radio untuk mentransmisikan data secara nirkabel.
  • Kabel: Menggunakan kabel fisik, seperti kabel fiber optik atau kabel koaksial, untuk mentransmisikan data.

Kecepatan:

  • WiFi: Kecepatan teoretisnya bisa mencapai beberapa gigabit per detik (Gbps), namun kecepatan aktualnya bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jarak dari router, gangguan, dan jumlah perangkat yang terhubung.
  • Kabel: Umumnya menawarkan kecepatan yang lebih stabil dan lebih tinggi dibandingkan WiFi, terutama dengan kabel fiber optik.

Keamanan:

  • WiFi: Jaringan WiFi lebih rentan terhadap peretasan dibandingkan jaringan kabel. Pastikan untuk menggunakan password yang kuat dan enkripsi yang aman untuk jaringan WiFi Anda.
  • Kabel: Jaringan kabel umumnya lebih aman dibandingkan WiFi karena datanya ditransmisikan melalui kabel fisik yang lebih sulit untuk diretas.

Mobilitas:

  • WiFi: Memungkinkan Anda untuk terhubung ke internet dari mana saja dalam jangkauan jaringan WiFi.
  • Kabel: Membatasi mobilitas Anda karena Anda harus terhubung ke router dengan kabel fisik.

Biaya:

  • WiFi: Biaya pemasangannya umumnya lebih murah dibandingkan kabel. Biaya bulanannya pun beragam, tergantung pada kecepatan dan provider yang dipilih.
  • Kabel: Biaya pemasangannya bisa lebih mahal dibandingkan WiFi, terutama untuk kabel fiber optik. Biaya bulanannya pun beragam, tergantung pada kecepatan dan provider yang dipilih.

Keandalan:

  • WiFi: Jaringan WiFi bisa lebih rentan terhadap gangguan, seperti interferensi dari perangkat elektronik lain atau cuaca buruk.
  • Kabel: Jaringan kabel umumnya lebih andal dan stabil dibandingkan WiFi.

Kedua jenis media ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan antara WiFi dan media kabel tergantung pada kebutuhan spesifik, seperti kecepatan, stabilitas, keamanan, dan mobilitas yang diinginkan.

Penguat RF CATV

Penguat RF CATV: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Pengertian

Penguat RF CATV, atau Radio Frequency Cable Television Amplifier, adalah perangkat aktif pada jaringan kabel coaxial yang berfungsi untuk menguatkan kembali sinyal yang turun karena redaman dari kabel maupun perangkat lain pada jaringan CATV seperti RF Splitter maupun RF Tap.

Penguat RF dipasang seri pada jalur kabel distribusi. Pemilihan serta pemasangan perangkat penguat ini harus tepat dan sesuai dengan perhitungan, mulai dari batas frekuensi yang digunakan, hingga jumlah rumah pelanggan yang dilewati atau homepass. Penguat RF dibagi menjadi 3 jenis sesuai penempatan dan fungsinya, yaitu:

FTA (Forward Trunk Amplifier)

Forward Trunk Amplifier adalah jenis penguat RF yang berfungsi menguatkan sinyal pada saluran kabel induk. Penguat RF jenis ini memiliki penguatan atau RF gain sebesar 33~35 dB.

FDA (Forward Distribution Amplifier)

Forward Distribution Amplifier adalah jenis penguat RF yang berfungsi menguatkan sinyal pada saluran kabel distribusi. Penguat RF jenis ini memiliki penguatan atau RF gain sebesar 30~33 dB.FSA (Forward Subscriber Amplifier) adalah jenis penguat RF yang berfungsi menguatkan sinyal pada jalur kabel atau saluran tambahan yang difungsikan untuk memperluas jangkauan siaran ke pelanggan. Penguat RF jenis ini memiliki penguatan atau RF gain sebesar 28~30 dB.

Pre-Amplifier

Adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan sinyal audio atau video berlevel rendah sebelum diproses oleh perangkat lain. Sinyal berlevel rendah ini bisa berasal dari berbagai sumber, seperti mikrofon, instrumen musik, pickup gitar, kamera video, dan lain sebagainya.

Fungsi Penguat RF CATV

  • Menguatkan sinyal RF yang membawa program TV kabel.
  • Menanggulangi pelemahan sinyal akibat kabel, splitter, tap, dan perangkat lain di jaringan CATV.
  • Memastikan kualitas gambar dan suara pada TV kabel tetap jernih dan stabil.

Pemilihan Penguat RF CATV

Pemilihan penguat RF CATV yang tepat tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Kekuatan sinyal di lokasi pemasangan.
  • Panjang kabel yang digunakan.
  • Jumlah perangkat yang terhubung ke jaringan.
  • Jenis sinyal yang akan diuatkan (forward atau reverse).

Tips Memilih Penguat RF CATV

Berikut beberapa tips memilih penguat RF CATV:

  • Pilih penguat dengan gain yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
  • Pertimbangkan kualitas dan reputasi merek penguat.
  • Pilih penguat dengan fitur tambahan seperti indikator gain, equalizer, dan proteksi petir.
  • Konsultasikan dengan teknisi ahli jika Anda tidak yakin penguat mana yang tepat untuk Anda.

Tempat Membeli Penguat RF CATV

Penguat RF CATV dapat dibeli di toko elektronik, toko online, atau distributor resmi. Pastikan Anda membeli penguat dari penjual terpercaya untuk mendapatkan produk yang berkualitas dan bergaransi.

Kesimpulan

Penguat RF CATV adalah perangkat penting untuk memastikan kualitas gambar dan suara pada TV kabel tetap jernih dan stabil. Dengan memilih penguat yang tepat dan memasangnya dengan benar, Anda dapat menikmati pengalaman menonton TV kabel yang menyenangkan.

Pembagi RF

Pembagi RF atau biasa disebut RF CATV Splitter adalah perangkat pasif pada jaringan CATV yang berfungsi untuk membagi serta memperbanyak keluaran RF untuk dapat menjangkau beberapa lokasi pelanggan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ini adalah lokasi penempatan (luar atau dalam ruangan), jumlah jalur keluaran, serta nilai redaman dari setiap pembagi RF. Jumlah keluaran pembagi RF juga berhubungan dengan nilai redaman, sebagai contoh:

  1. RF SPLITTER 204, ini berarti pembagi RF tersebut memiliki 2 jalur keluaran dengan masing-masing jalur memiliki nilai redaman sebesar 4 dB.
  2. RF SPLITTER 306, ini berarti pembagi RF tersebut memiliki 3 jalur keluaran dengan masing-masing jalur memiliki nilai redaman sebesar 6 dB.
  3. RF SPLITTER 408, ini berarti pembagi RF tersebut memiliki 4 jalur keluaran dengan masing-masing jalur memiliki nilai redaman sebesar 8 dB.

Fungsi utama pembagi RF CATV adalah:

  • Membagi sinyal dari satu sumber ke beberapa perangkat penerima, seperti TV, modem, atau perangkat CATV lainnya.
  • Menjaga kekuatan sinyal agar tetap stabil di setiap keluaran.
  • Mempermudah pemasangan dan mengurangi biaya instalasi jaringan CATV.

Cara kerja pembagi RF CATV cukup sederhana. Sinyal RF dari sumber, seperti headend atau amplifier, masuk ke splitter melalui satu port input. Sinyal ini kemudian didistribusikan secara merata ke beberapa port output, sesuai dengan jumlah output splitter.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pembagi RF CATV:

  • Lokasi penempatan: Pembagi RF CATV dapat dipasang di luar ruangan (outdoor) atau di dalam ruangan (indoor).
  • Jumlah jalur keluaran: Jumlah jalur keluaran splitter menentukan berapa banyak perangkat yang dapat dihubungkan.
  • Nilai redaman: Setiap splitter memiliki nilai redaman (loss) yang berbeda. Nilai redaman ini menunjukkan seberapa banyak kekuatan sinyal yang hilang di setiap keluaran.
  • Tipe konektor: Pastikan konektor splitter kompatibel dengan konektor kabel yang digunakan.

Jenis-jenis RF CATV Splitter:

  • Pembagi pasif: Jenis splitter ini tidak memerlukan daya eksternal dan bekerja dengan cara membagi sinyal secara pasif. Pembagi pasif umumnya lebih murah dan mudah digunakan, tetapi memiliki nilai redaman yang lebih tinggi.
  • Pembagi aktif: Jenis splitter ini memerlukan daya eksternal untuk memperkuat sinyal sebelum didistribusikan ke keluaran. Pembagi aktif umumnya lebih mahal, tetapi memiliki nilai redaman yang lebih rendah dan dapat menjangkau jarak yang lebih jauh.

RF CATV Splitter banyak digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti:

  • Jaringan CATV rumah tangga: Untuk menghubungkan satu kabel antena ke beberapa TV di rumah.
  • Jaringan CATV komersial: Untuk menyediakan layanan TV kabel ke banyak pelanggan di gedung apartemen, hotel, atau kompleks perumahan.
  • Jaringan CCTV: Untuk menghubungkan kamera CCTV ke beberapa monitor atau perekam video.

RF Tap

Pengertian RF Tap CATV

RF Tap adalah perangkat pasif pada jaringan CATV yang berfungsi sebagai titik terminasi serta membatasi tegangan listrik antara sumber sinyal dengan TV di rumah pelanggan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan alat ini adalah lokasi penempatan (luar atau dalam ruangan), jumlah jalur tap, nilai redaman, nilai sisipan, serta nilai isolasi dari setiap tap RF.

  1. Redaman Tap atau Tap Loss
    Redaman tap merupakan selisih nilai atau level RF yang terukur dari jalur tap saat ada masukan sinyal RF dari jalur masuk. Tap Loss = Tap In – Tap.
  2. Redaman Sisipan atau Insertion Loss
    Redaman sisipan merupakan selisih nilai atau level RF yang terukur dari jalur keluar tap saat ada masukan sinyal RF dari jalur masuk tap. Insertion Loss = Tap In – Tap Out.
  3. Redaman Isolasi atau Isolation Loss Redaman isolasi merupakan selisih nilai atau level RF yang terukur dari jalur tap saat ada sinyal dari jalur tap yang lain dalam satu alat. Isolation Loss = Tap – Tap.

Fungsi Utama RF Tap:

  • Membagi sinyal: Membagi sinyal kabel koaksial menjadi beberapa output, memungkinkan distribusi sinyal ke beberapa perangkat.
  • Menjaga impedansi: RF Tap menjaga impedansi kabel koaksial agar tetap 75 ohm, memastikan kualitas sinyal yang optimal.
  • Menyaring interferensi: Beberapa RF Tap dilengkapi dengan filter untuk menyaring interferensi dan menjaga kualitas gambar dan suara.

Jenis-jenis RF Tap:

  • Berdasarkan jumlah output: RF Tap tersedia dengan berbagai jumlah output, mulai dari 2 hingga 8 output. Jumlah output yang dibutuhkan tergantung pada jumlah perangkat yang ingin dihubungkan.
  • Berdasarkan lokasi pemasangan: RF Tap tersedia untuk pemasangan di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor). RF Tap outdoor dirancang untuk tahan terhadap cuaca dan suhu ekstrem.
  • Berdasarkan nilai redaman: RF Tap memiliki nilai redaman yang berbeda, yang menentukan seberapa banyak sinyal yang dibagi ke setiap output. Nilai redaman yang lebih tinggi berarti lebih sedikit sinyal yang dibagi ke setiap output, yang dapat membantu menjaga kualitas sinyal pada jarak yang lebih jauh.

Manfaat Menggunakan RF Tap:

  • Memungkinkan distribusi sinyal TV kabel ke beberapa perangkat: RF Tap memungkinkan Anda untuk menghubungkan beberapa TV, modem kabel, dan perangkat lainnya ke satu sumber kabel koaksial.
  • Meningkatkan kualitas sinyal: RF Tap dengan nilai redaman yang tepat dapat membantu menjaga kualitas sinyal pada jarak yang lebih jauh.
  • Mudah dipasang: RF Tap mudah dipasang dan tidak memerlukan alat khusus.

Kesimpulan:

RF Tap adalah perangkat penting dalam jaringan CATV yang memungkinkan distribusi sinyal TV kabel ke beberapa perangkat. Saat memilih RF Tap, penting untuk mempertimbangkan jumlah perangkat yang ingin dihubungkan, lokasi pemasangan, nilai redaman, merek, dan kualitas.

Kabel Coaxial

Pengertian

Di dalam Dunia Jaringan area lokal atau local area network (LAN) membutuhkan kabel untuk menghubungkan internet ke beberapa perangkat seperti komputer. Salah satu jenis kabelnya yang banyak digunakan adalah kabel coaxial, artikel akan membahas tentang pengertian, fungsi dan aplikasi dari kabel koaksial / coaxial

Kabel koaksial atau Coaxial, sering disingkat coax, adalah jenis kabel yang telah lama digunakan untuk mentransmisikan sinyal. Kabel ini terdiri dari dua konduktor yang tersusun secara koaksial (segaris), yaitu:

  • Konduktor inti: Bagian tengah kabel, biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium, yang membawa sinyal listrik.
  • Pelindung: Lapisan konduktif, biasanya berupa anyaman logam, yang melindungi sinyal dari interferensi elektromagnetik eksternal.

Kedua konduktor ini dipisahkan oleh lapisan isolator, dan dikelilingi oleh selubung luar untuk melindungi kabel dari kerusakan fisik.

Struktur Kabel Koaksial / Coaxsial

  • Konduktor inti: Bagian tengah kabel, biasanya terbuat dari tembaga atau aluminium, yang membawa sinyal listrik.
  • Isolator: Lapisan dielektrik yang memisahkan konduktor inti dari pelindung dan mencegah interferensi elektromagnetik.
  • Pelindung: Lapisan konduktif, biasanya berupa anyaman logam, yang melindungi sinyal dari interferensi elektromagnetik eksternal.
  • Selubung luar: Lapisan terluar yang melindungi kabel dari kerusakan fisik.

Kabel coaxial merupakan salah satu media yang digunakan untuk distribusi sinyal TV kabel, mempunyai nilai impedansi sebesar 75 Ω, serta nilai redaman yang berbeda sesuai dengan jenis dan fungsinya, yaitu:

  1. Trunk atau Saluran Induk
    Bentangan kabel ini berfungsi untuk mengirim siaran TV kabel dari studio hingga ke suatu lokasi kelompok pelanggan. Umumnya operator TV kabel menggunakan kabel Trunk untuk bentangan kabel ini, namum banyak juga yang masih menggunakan kabel jenis RG11. Redaman kabel jenis Trunk berkisar antara 3-5 dB per 100 meter.
  2. Distribution atau Saluran Distribusi
    Bentangan kabel ini berfungsi untuk menjangkau setiap wilayah dalam suatu kelompok pelanggan. Menggunakan kabel RG11 dan merupakan terusan dari saluran induk. Redaman kabel jenis RG11 berkisar antara 5~7 dB per 100 meter.
  3. Drop atau Saluran Pelanggan
    Bentangan kabel ini berfungsi untuk menyambungkan antara titik terminal distribusi siaran dengan TV di rumah pelanggan. Menggunakan kabel jenis RG6 yang lebih kecil dan lentur untuk memudahkan saat Instalasi Ke Rumah (IKR) pelanggan. Redaman kabel jenis RG6 berkisar antara 13~15 dB per 100 meter.

Jenis Kabel Koaksial / Coaxsial

Ada banyak jenis kabel koaksial, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Kabel koaksial garis keras mengandalkan pipa tembaga bundar dan kombinasi logam sebagai pelindung, seperti aluminium atau tembaga. Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan pemancar ke antena.
  • Kabel triaksial memiliki lapisan pelindung ketiga yang dibumikan untuk melindungi sinyal yang dikirimkan melalui kabel.
  • Kabel koaksial garis kaku terdiri dari tabung tembaga kembar yang berfungsi sebagai pipa yang tidak dapat ditekuk. Saluran ini dirancang untuk penggunaan di dalam ruangan antara pemancar frekuensi radio (RF) berdaya tinggi.
  • Kabel radiasi meniru banyak komponen kabel garis keras, namun dengan slot yang disetel pada pelindungnya disesuaikan dengan panjang gelombang RF di mana kabel beroperasi. Ini biasanya digunakan di elevator, peralatan militer dan terowongan bawah tanah.

Kabel koaksial diklasifikasikan berdasarkan impedansinya, yang diukur dalam ohm (Ω). Jenis yang umum digunakan adalah :

  • RG-59: Impedansi 75 Ω, sering digunakan untuk antena TV dan koneksi video.
  • RG-6: Impedansi 75 Ω, lebih tebal dan tahan lama dibandingkan RG-59, sering digunakan untuk kabel internet kabel.
  • RG-11: Impedansi 50 Ω, digunakan untuk aplikasi profesional seperti transmisi data dan radio.\