FIBER NODE dengan PENEMPATAN TITIK

Published by admin Friday, 25 April 2025
FIBER NODE

Ada dua metode titik penempatan optical receiver atau node yang umum digunakan para operator jaringan kabel Hybrid Fiber Coaxial (HFC). Untuk distribusi sinyal TV maupun internet mereka Yaitu metode bintang (star) dan metode pohon (tree).

Apa itu metode bintang?
Metode bintang (star) atau sering juga disebut dengan metode kipas (fan) adalah metode. Distribusi atau penempatan node dengan menggunakan satu jalur core kabel fiber optik untuk satu unit node.

Pada metode ini, input sinyal laser untuk node langsung dari optical splitter di studio atau headend. Artinya, tidak ada percabangan atau pembagian sinyal lagi di jaringan antara transmiter dan node.

Pros:

– Memudahkan perawatan sinyal optik untuk setiap node.
– Jika terdapat salah satu jalur kabel fiber optik (core) atau node rusak tidak akan mengganggu core maupun node yang lainnya.
– Memudahkan untuk perhitungan dan pengembangan jaringan HFC.

Cons:

– Boros dalam penggunaan core fiber optik.

Lalu, apa itu metode pohon?
Metode pohon (tree) atau umum juga disebut metode linier. Metode ini adalah distribusi yang menggunakan percabangan optical splitter optik 1×2 (bahkan apabila memungkinkan bisa 1×3) untuk satu  jalur core kabel fiber optik di jaringan. Artinya, satu core kabel fiber optik dari studio atau headend digunakan untuk 2-3 unit node.

Pros:

– Hemat penggunaan core fiber optik.

Cons:

– Deteksi dan perawatan pada kerusakan atau gangguan di jaringan akan lebih sulit.
– Adanya kemungkinan kerusakan pada optical splitter di jaringan.
– Jika akan melakukan perbaikan atau perawatan untuk satu unit node yang rusak. Ada kemungkinan node lain yang berada di satu jalur yang sama akan ikut terganggu.

Kedua metode ini dapat digunakan bergantung pada kondisi jaringan, jumlah core kabel fiber optik, jumlah estimasi titik node, serta bagaimana arah jalur kabel yang akan dibentang dari studio (headend) ke kelompok pelanggan (node cluster).

Share: